Advertising

Breaking News

Renungan Senja: Hidup Adalah Kesempatan

Ada sebuah peribahasa yang menyebutkan bahwa kesempatan tidak datang dua kali. Maka dari itu, kita harus menggunakan kesempatan yang ada dengan baik dan tidak menyia-nyiakan kesempatan itu.

Setiap orang pasti menginginkan kesempatan untuk menikmati kebahagiaan hidup. Namun, kadar kebahagiaan setiap orang berbeda-beda. Ada yang fokus untuk mengejar hal duniawi, di sisi lain ada pula yang fokus mengejar kekekalan. Dalam hal ini, Tuhan memberikan kesempatan kepada kita untuk memilih.  Memilih yang berkenan, yang baik dan yang sempurna! Sayang seribu sayang, beberapa orang malah membuat pilihan yang salah serta menyeleweng dari kehendak Tuhan.

Persoalannya sekarang adalah, rentan waktu tujuh puluh tahun masa hidup kita di dunia ini belum tentu dapat kita capai secara penuh. Sebab jatah waktu hidup kita di dunia ini tidak ada yang tahu, hanya Tuhan.

Itulah kenapa kita harus mulai menyadari bahwa hidup ini adalah kesempatan untuk mempersiapkan diri menuju sebuah kesempurnaan. Kalian pasti pernah mendengar lagu hidup ini adalah kesempatan bukan? Ya! Tuhan menghendaki kita untuk melayani-Nya serta tidak menyia-nyiakan waktu yang ada.

Tuhan-Yesus-Membasuh-Kaki

Yesus memberikan perumpamaan tentang orang upahan di kebun anggur yang tertulis dalam Injil Yohanes 13:1-17. Yang menceritakan Tuhan Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya saat hari raya Paskah. Tuhan bangun dan menanggalkan jubah-Nya lalu mengambil sehelai kain lenan dan mengikatkan kain itu di pinggang-Nya.

Setelah itu Tuhan menuangkan air ke dalam sebuah wadah dan membasuh kaki murid-Nya, dan ketika Tuhan hendak membasuh kaki dari Simon Petrus. Petrus melarang Tuhan tapi Tuhan menjawab, kata-Nya “Jikalau Aku tidak membasuh engkau, engkau tidak mendapat bagian dalam Aku."

Tapi Petrus ingin Tuhan membasuh seluruh tubuhnya, ketika itu lah Tuhan menegur Petrus dengan memberi perumpamaan "Barangsiapa telah mandi, ia tidak usah membasuh diri lagi selain membasuh kakinya, karena ia sudah bersih seluruhnya. Juga kamu sudah bersih, hanya tidak semua."

Sesungguhnya seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya, ataupun seorang utusan dari pada dia yang mengutusnya.
Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya.

Tuhan telah memberi teladan kepada kita untuk melayani orang lain. Tuhan Yesus saja rela membasuh kaki murid-murid-Nya, lalu bagaimana dengan kita, maukah kita melayani orang lain?

Heroes tekunlah beribadah, mendengarkan Firman dan merealisasikannya, layani Tuhan dengan komitmen tinggi tanpa menunda-nunda waktu. Sebab Dia akan melimpahkan berkat-Nya baik di bumi ini maupun untuk kehidupan di masa mendatang yakni hidup kekal bersama-Nya.

No comments