Advertising

Breaking News

Tracy Trinita Super Model Yang Menjadi Pendeta


Tracy Trinita, artis kelahiran Surabaya, 29 September 1980 ini adalah seorang model yang berparas cantik. Wanita berdarah campuran Tionghoa, Brazil, Kalimantan dan Minahasa ini telah mengenal dunia pemodelan sejak ia kecil karena Ibunya adalah seorang perancang busana.

Hebatnya, pada umur 14 tahun Tracy memenangkan sebuah kompetisi  pemodelan dan pindah ke New York pada umur 15 tahun untuk mengejar cita-citanya di karier industri. Tracy mengira dia akan sangat bahagia ketika berada dalam dunia pemodelan, menghasilkan banyak uang dan berkeliling dunia. Namun, ketika namanya mulai tenar Tracy hanya merasakan kehampaan, tidak ada perasaan bahagia seperti yang dulu dia pikirkan.

Tracy mulai mengumpulkan pendapat dari teman-teman modelnya, tentang perasaan hampa yang dia miliki. Dan teman-temannya menyarankan agar Tracy mengkonsumsi narkoba untuk menenangkan dirinya, dengan tegas dia menolak saran tersebut. Semakin Tracy mencari jawaban, semakin dia memikirkan Tuhan.

“Saya ingin Tuhan yang sebenarnya menyatakan diri-Nya kepada saya, karena saya berasal dari latar belakang agama yang membingungkan. Kakek beragama Islam, Nenek beragama Kristen, keluarga Ayah saya beragama Katolik dan di rumah kami melakukan upacara-upacara Hindu.” Ucap Tracy

Pada suatu hari pihak agency Tracy mengirimnya untuk melakukan beberapa pekerjaan di Paris, dimana dia bertemu dengan seorang siswa yang mengundang nya ke Gereja.

“Saya melihat cahaya di wajah mereka, sebuah cahaya kebahagiaan yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Inilah titik dimana saya mulai tertarik dengan Kekristenan.” Katanya

Sebelumnya, Tracy percaya bahwa setiap agama mengarah kepada Tuhan yang sama. Tetapi, begitu dia melakukan beberapa penyelidikan dia menyadari bahwa apa yang membuat iman Kristen berbeda adalah cara Tuhan berhubungan dengan manusia.

“Saya tidak pernah mendengar bahwa Tuhan rela turun ke bumi untuk menyelamatkan manusia. Yang pernah saya dengar dari agama lain adalah tentang manusia yang perlu untuk menjangkau Tuhan, dengan harapan Ia akan menerimanya.” Ucap Tracy

Mengetahui bahwa Tracy sudah berada di jalan yang benar dan merasa memiliki tujuan hidup, muncul keinginan baru untuk melayani Tuhan dalam hati Tracy. Pada tahun 2006, dia memberikan kesaksian di sebuah acara yang menghasilkan beasiswa untuk belajar apologetika Kristen dan Teologi di Universitas Oxford . Setelah lulus dari kuliahnya, dan diberi kesempatan untuk bergabung dengan Ravi Zacharias Internasional Ministries.

“Saya mengetahui bahwa jika Tuhan telah mengutus saya, maka Dia akan membekali saya.” Ucap Tracy

Tracy percaya bahwa panggilan semua orang di ministry adalah untuk mengabarkan injil dan menggunakan ilmu apologetika sebagai alat untuk menjawab pertanyaan orang-orang yang menghalangi mereka dalam keimanan mereka kepada kristus.

Tracy sekarang berkeliling dunia, bersaksi tentang ajaibnya panggilan Tuhan dalam hidupnya. Fokusnya adalah menjangkau orang-orang di media dan seni.

No comments