Advertising

Breaking News

Hacker Kristen Ini Gunakan Talentanya untuk Memuliakan Nama Tuhan



Hacker memiliki konotasi negatif di kalangan masyarakat. Banyak orang yang tidak bisa membedakan antara “hacker” dan “cracker”. Hacker adalah orang yang mempelajari, memodifikasi, menerobos masuk ke dalam komputer dan jaringan komputer, baik untuk keuntungan atau dimotivasi oleh tantangan. Sedangkan, Cracker adalah sebutan untuk mereka yang masuk ke sistem orang lain untuk merusak jaringan, mencuri data hingga menghapus data seseorang.

Pertanyaannya, apakah ada hacker yang beragama kristen? tentu ada.

Pada tahun 2014, Sebuah Kerajaan membuat sayembara untuk para hacker di seluruh dunia, yang bertujuan guna membantu organisasi nirlaba (organisasi non profit). Hampir 100 orang ahli teknologi bersaing untuk mendapatkan hadiah sebesar $10.000, dan usaha mereka menghasilkan sebuah aplikasi untuk melawan eksploitasi manusia dan akses yang efisien ke layanan sosial bagi para tunawisma.

“Kami menulis kode dan membuat teknologi untuk membantu membebaskan orang-orang yang tertindas, mengajar firman Tuhan, menyembuhkan orang sakit, memberi makan orang-orang yang lapar, memberi pakaian bagi yang telanjang dan mendukung gereja dan tubuh Kristus.” Kata-kata ini ada dalam situs web mereka

Situs Hackathon adalah situs yang mendunia. Pekerjaan mereka adalah mengumpulkan orang-orang yang piawai dalam coding untuk melakukan brainstorming. Yang membuat mereka berbeda dengan hacker lainnya adalah iman yang menyertai para anggotanya. Sejauh ini telah ada 4.000 ahli teknologi yang berpartisipasi.

“Saya ingin berada di tempat di mana ada hubungan yang lebih kuat antara pekerjaan dan iman saya,” kata Kristen Stark (seorang insinyur di Midfin Systems di Redmond, California)

“Kami mencintai Yesus dan sesama kami, maka dari itu kami ingin membantu sesama kami. Membantu pengguna dan menawarkan alternatif kepada mereka dengan menunjukkan bahwa orang lain peduli terhadap kebutuhan mendasar mereka.” Tambahnya

Para ahli teknologi ini sehari-harinya bekerja untuk Amazon, Google, Microsoft dan banyak lagi. Biasanya pada akhir pekan mereka berkumpul di Seattle, Nashville, Cali, Columbia, Bangalore, India, Chicago, Dallas, Denver, London, Jakarta (Indonesia), Manila, Filipina, La Paz, Bolivia, dll.

“Kita harus mengaktifkan dan memakai orang-orang percaya yang ada di kota kita,” kata Christian Hung (Direktur eksekutif San Fransisco City Impact)

Kata seorang ahli teknologi bernama Chris, “banyak energi dan persahabatan di masyarakat. Ini tentang mengaktifkan orang untuk memberikan hadiah Kerajaan Surga bagi mereka.”

Karena kemurahan Tuhan, para sponsor memberikan hadiah kepada Hackathon yang oleh pihak Hackathon digunakan untuk terus mengembangkan proyek mereka. Karena besarnya minat mereka dalam hal menggunakan teknologi dengan cara memuliakan Tuhan, mereka akhirnya menuai hasil yang memuaskan.

No comments